siangku hampir berakhir
gedung itu hampir runtuh bersama sisa kenangannya
sisa-sisa kenanganku
saat mencoba mencari jawab beribu tanya
saat mencoba bertanya-tanya
siangku hampir berakhir
tak ada lagi atap menaung kepalaku
tak ada lagi tetesan air di kala mendung
meja-meja telah melapuk
kursinya hilang tak ada
tak ada lagi harap untuknya
siangku hampir berakhir
berikan aku kertas dan pensil saja
biar langit menjadi atapku
dan tanah adalah mejaku
berikan aku kertas dan pensil saja
aku akan bersila menanti petuah
bersama siangku yang hampir berakhir
aku masih melihat jalan panjang di depanku
aku masih ada