aku tidak tahu
aku belum tahu
aku memang tidak tahu
dan mungkin aku tidak akan pernah tahu
aku melihat
aku mendengar
aku merasa
dimana
bagaimana
kapan
sebuah pertanyaan perlahan menghampiri
detik-detik berlalu
langkah-langkah yang sekali dimulai
tiada berakhir sebelum tiba pada sebuah penantian
perasaan akan kehilangan
adakah hidup setelah tiada
ketika matahari ataupun bulan muncul di pelupuk mata
dan sekuntum mawar takkan berubah sekuntum melati
diantara senja yang semakin menghitam
dan nyanyian sendu burung-burung pengantar malam
dan setan-setan bawah Bumi muncul ke permukaan
menagih janji akan jiwa yang luka
malaikat maut dengan senyum kebencian
tubuhku dingin membeku
kulihat bayang-bayang masa lalu
penyembah berhala yang diusir dari tanahnya
penggembala menunduk sedih
hingga air mata bening jatuh melarutkan debunya
namun angin meniup pergi tanpa sempat berpatah kata
aku terdiam dalam ruang imaji
berharap cahaya ‘kan datang ‘tuk membawaku pergi
0 Responses to “Serenada Kematian”