03
Aug
08

In Memoriam

angin datang membawa kabar

seorang telah berpulang

hati kita pun bergetar, mata menutup dalam tangisan

haru

khayalan kembali ke masa lalu

ketika matahari dan bulan mengiring tawa dan tangis kesedihan

ketika jiwa masih mengejar berbagai impian

merenggang lengan, menepuk dada

seperti hidup tak pernah berujung

seperti dunia yang tak pernah terbatasi

Dan kamu akan tetap dikenang

seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan

seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan akan selalu terus mengejarnya

karena kamu bukan pemimpi

bukan orang biasa tanpa tujuan

bukan cuma seonggok daging yang punya nama,

mengikuti arus dan kalah oleh keadaan

terbelenggu oleh mimpi yang menumpuk dalam khayalan kosong

Tapi kamu akan selalu dikenang

sebagai manusia yang sebaik-baiknya

seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi-mimpi

keajaiban cita-cita seorang dalam satu dunia

keajaiban keyakinan manusia akan hidup

dalam pengorbanan akan dunia yang penuh kesedihan

Hingga kenyataan melintas pada satu titik,

detik-detik kembali pada kenyataan

di tengah dinginnya air mata

aku hanya bisa menunduk, berdoa

dan inilah selamat tinggal

salam terakhir dari dunia untuk surga

Pergilah engkau dengan impianmu

Teruslah bermimpi saudaraku

di langit dan di dunia

sesuatu telah hilang

terbawa angin dan menghilang

biarkan saja menghilang

untuk tetap menjadi terkenang


0 Responses to “In Memoriam”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply