angin datang membawa kabar
seorang telah berpulang
hati kita pun bergetar, mata menutup dalam tangisan
haru
khayalan kembali ke masa lalu
ketika matahari dan bulan mengiring tawa dan tangis kesedihan
ketika jiwa masih mengejar berbagai impian
merenggang lengan, menepuk dada
seperti hidup tak pernah berujung
seperti dunia yang tak pernah terbatasi
Dan kamu akan tetap dikenang
seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan
seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan akan selalu terus mengejarnya
karena kamu bukan pemimpi
bukan orang biasa tanpa tujuan
bukan cuma seonggok daging yang punya nama,
mengikuti arus dan kalah oleh keadaan
terbelenggu oleh mimpi yang menumpuk dalam khayalan kosong
Tapi kamu akan selalu dikenang
sebagai manusia yang sebaik-baiknya
seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi-mimpi
keajaiban cita-cita seorang dalam satu dunia
keajaiban keyakinan manusia akan hidup
dalam pengorbanan akan dunia yang penuh kesedihan
Hingga kenyataan melintas pada satu titik,
detik-detik kembali pada kenyataan
di tengah dinginnya air mata
aku hanya bisa menunduk, berdoa
dan inilah selamat tinggal
salam terakhir dari dunia untuk surga
Pergilah engkau dengan impianmu
Teruslah bermimpi saudaraku
di langit dan di dunia
sesuatu telah hilang
terbawa angin dan menghilang
biarkan saja menghilang
untuk tetap menjadi terkenang
0 Responses to “In Memoriam”